Indikasi Geografis Kopi Arabika Gayo Aceh

Kopi Arabika Gayo (Arabica Gayo Coffee) adalah salah satu komoditas ekspor yang juga di unggulkan oleh Indonesia yang memiliki Hak Atas Indikasi Geografis. Perkebunan kopi yang telah dikembangkan sejak tahun 1926 ini tumbuh subur hingga saat ini. Dataran tinggi gayo ini memiliki kebun kopi rakyat terluas di Indonesia, yaitu sekitar 90.000 hektar lebih.

Baca Dulu: Pengertian Hak Atas Indikasi Geografis

Dataran tinggi gayo adalah diujung utara pulau Sumatera dan bagian tengah Provinsi Aceh. Dataran tinggi Gayo berada di ketinggian 100m hingga 3.200 m dpl.

I. Mengapa Penting Melindungi Hak Atas Indikasi Geografis Kopi Arabika Gayo

Jadi gini gaes, manfaat dari memberikan hak atas Indikasi Geografis terhadap suatu produk dalam hal ini Gayo adalah untuk melindungi yang berhak melakukan perdagangan dengan merek Gayo hanyalah pemilik dan seizin pemilik dengan ketentuan berlaku.

Oleh sebab itu pada era modern pasar global sekarang ini peran perlindungan Indikasi Geografis (IG) dirasa begitu penting, dimana masyarakat produser lokal membutuhkan perlindungan hukum terhadap nama asal produk agar tidak digunakan oleh pihak lain untuk melakukan persaingan curang.

Pada era pasar global yang semakin ketat persaigannya beberapa dekade belakangan ini, maka peran Indikasi Geografis dapat melindungi ciri khas suatu produk khususnya Kopi Arabika Gayo (IG Kopi Arabika Gayo).

BACA JUGA: Sejarah Pertama Kali Budidaya Kopi di Indonesia

II. Nomor Terdaftar Kopi Arabika Gayo

Logo Kopi Arabika Gayo Aceh Indikasi Geografis
Logo Kopi Arabika Gayo Aceh Indikasi Geografis

Melalui MPKG (masyarakat Perlindungan Kopi Gayo) terdaftar sebagai pemilik, terdaftra dengan ID G 000000005(28 April 2010). MPKG adalah masyarakat perkopian yang tergabung dalam suatu organisasi dengan visi dan misi yang sama untuk mengusulkan perlindungan Indikasi Geografis Kopi Arabika Gayo dan mendapatkan manfaat dari perlindungan indikasi geografis sebesa-besarnya untuk masyarakat dataran tinggi gayo.

Keanggotaan dari MPKG terdiri dari individu, kelompok tani, koperasi dan perusahaan swasta, petani yang tidak masuk sebagai anggota kelompok tani bisa masuk kedalam keanggotaan MPKG, Karena MPGK bersifat ekslusif, dimana siapapun bisa bergabung dengan organisasi ini selama telah memenuhi semua aturan berlaku.

III. Apa Saja yang di Lindungi Indikasi Geografisnya ?

Nama barang yang dilindungi oleh Indikasi Geografisnya adalah Kopi Arabika merupakan kopi yang pengolahannya secara gerbus basah (local wash processing) dan gerbus kering (fully wash processing) perlindungan indikasi geografis merujuk pada biji kopi (green Coffee) yang dihasilkan dari buah kopi arabika.

IV. Karakteristik Kopi Gayo

Kopi arabika gayo dihasilkan dari kebun kopi yang ditanam didataran tinggi dengan ketinggian antara 900-1700 mdpl. Kawasan dataran tinggi gayo berada di lereng gunung berapi Burne dan gunung bendahara di kawasan sitem Leuser.

Diaceh tengah dan di Bener Meriah, kawasan yang ditanami kopi arabika seperti tanah Orde Andisol yaitu Typic Hapudand dan Typic Durudan dan lebih details bisa baca dgip

V. Akhir Kata dan Penutup

Demikian ulasa kali ini tentang Kopi Arabika Aceh yang menjadi salah satu Indikasi Geografis yang adadiIndonesia ini.

Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan untuk masukan silahkan di kolom komentar, demi kelancara dan kemajuan Indikasi Geografis Indonesia.

Untuk daftar nama nama produk yang telah terdaftar Indikasi Geografis dan di Lindungi UU, silahkan baca artikel saya sebelumnya

Semoga bermanfaat informasinya dan silahkan bagikan ke teman disekitar anda agar orang lain juga tahu apa itu Indikasi Geografis, thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *