Indikasi Geografis Kopi Arabika Toraja Terdaftar

Sejarah panjang kopi arabika toraja dari awal hingga sekarang popularitas dan keharuman nya tidak sejalan dengan tingkat kesejahtraan petaninya. Mengutip laman buku persyaratan Indikasi Geografis Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Toraja dengan sertifikat IG No. G 000 000 025 dijelaskan agar tidak terjadi kecurangan bisnis yang mengatas namakan Kopi Arabika Toraja dirasa perlu mendapatkan perlindungan Indikasi Geografis Dalam upaya mendapatkan perlindungan Hak atas Indikasi Geografis.

A. Mengapa Arabika Toraja Perlu Perlindungan Indikasi Geografis nya

Terkadang kopi terbaik dunia ini menjadi sangat murah tidak bernilai oleh kelicikan para tengkulak dan pemain curang dalam sistem perdagangan.

Saat ini payung hukum Indikasi Geografis yang menjadi kesepakatan Internasional, menjadi tumpuan harapan agar kopi arabika toraja yang menjadi milik entittas keseluruhan masyarakat Toraja dapat mejadi jembatan kokoh tempat menitinya para petani kopi Toraja menuju kesejahtraan yang lebih baik.

BACA JUGA:

1. Tujuan Perlindungan Indikasi Geografis

Menilik dari pertimbangan-pertimbangan tersebut, Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Toraja bermaksud mewujudkan usaha perlindungan Indikasi Geografis (IG) terhadap kopi arabika toraja yang dimaksud untuk tujuan:

1. Mendapatkan perlindungan hukum atas nama produknya;
2. pengakuan atas mutu dan kekhasan produk, dan;
3. melestarikan tradisi tata cara produksi kopi (adat istiadat) yang telah ada di daerah wilayah toraja, yaitu Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara.

2. Lingkup Perlindungan Indikasi Geografis

Nama barang atau jenis produk yang dilindungi Indikasi Geografis seperti:
1. Biji kopi setengah kering berkulit tanduk (kopi HS basah)
2. Biji kopi kering kulit tanduk (kopi HS kering)
3. Biji kopi kering tidak berkulit tanduk (kopi Labu)
4. Biji kopi sangrai
5. Kopi bubuk
Kelima jenis produk kopi tersebut dihasilkan dari buah kopi yang dipetik setelah berwarna merah dari daerah pertanian kopi yang ditanam di Tana Toraja dan di Kabupaten Toraja Utara pada ketinggian diatas 900 dpl.

3. Pejelasan Lingkungan Geografis

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesuburan tanaman kopi di tana toraja seperti Faktor alam
Toraja merupakan pegunungan dengan udara yang sangat sejuk dan pemandangan yang sangat indah serta keadaan tanah yang sangat subur sehingga sangat cocok sebagai temppat pembudidayaan tanaman kopi. Sejak dulu tanaman kopi telah di budidayakan oleh masyarakat Toraja dan merupakan mata pencaharian pokok selain tanaman padi.

a. Topografi

Tanaman kopi Arabika dapat tumbuh dengan baik di kawasan pegunungan Toraja seperti Kecamatan Buntu Pepasan, Kecamatan Rinding Allo, Kecamatan Sesean, dan beberapa daerah ketinggian ti Tana Toraja dengan kualitas dan produksi baik

BACA JUGA: Sejarah Pertama Kali Budidaya Kopi di Indonesia

b. Curah Hujan

Kawasan Toraja memiliki curah hujan yang sangat tinggi dengan temperatur 16-24 derajat dan kelembaban 85-99%, sehingga sangat memungkinkan pembudidayaan tanaman kopi dan tanaman buah-buahan seperti markisa dan terong belanda.

c. Bentukan Geologis dan Jenis Tanah Toraja

Dalam pemetaan Potensi Lahan Pertanian di Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan, wilayah Toraja memiliki formasi batuan Qpbt (TUF BARUPU), yaitu tuf, putih hingga kelabu muda, mengandung biotit dan batu apung bersusunan dasit, sesetempat dijumpai breksi batuapung berumur pliosen. Formasi Tmpi (BATUAN TEROBOSAN) umumnya batuan beku bersusunan asam sampai menengah seperti granit, granodiorit, diorir, sienit, monzonit kuarsa dan riolit.

Mengamankan Indikasi geografis lokal penting gaes, agar tidak di gunakan sembarangan oleh pihak2 lain atau negara lain untuk keuntungan yang merugikan petani kopi lokal

d. vegetasi

Kawasan toraja khususnya daerah Toraja utara memiliki curah hujan yang sangat tinggi dimana hampir setiap bulan turun hujan sehingga tanaman tidak pernah mengalami kekurangan air.

Nah itu salah satu faktor yang mempengaruhi lingkungan geografis tanaman kopi arabika toraja gaes.

B. Nomor Pendaftaran IG Kopi Arabika Toraja

Mengutip laman dgip.go.id Kopi Arabika Toraja terdaftar oleh Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG)Kopi Arabika Toraja dengan nomor ID G 000000025(9 Oktober 2013.

B. Akhir Kata dan Penutup

Demikian informasi tentang Kopi Arabika Toraja yang telah terdaftar menjadi Indikasi Geografis dan mendapatkan perlindungan undang-undang, baca Undang-Undang No.20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Apabila ada kesalahan dalam penulisan mohon dikoreksi pada kolom komentar yang tersedia demi kelancaran dan kemajuan bersama mari kita sebarkan informasi IG kepada teman sekeliling kita agar mereka juga mengetahuinya.

Bangga dengan Indikasi Geografis Indonesia mari kita jaga dan lindungi kekayaan alam negeri tercinta ini.

Pranala Luar:

Buku Persyaratan Indikasi Geografis Kopi Arabika Toraja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *