Manuk Binatur Tradisi Unik Suku Batak Simalungun

Manuk Binatur Tradisi Unik Suku Batak atau Manuk Na Niatur adalah salah satu makanan khas suku Batak Simalungun yaitu ayam kampung jantan. Makanan olahan berbahan baku daging ayam jago kampung yang enak dan dimasak hingga gurih dengan penyajian diatur.

1. Manuk Binatur dan Maknanya

Makna dari Manu Binatur adalah semacam ritual  dan Doa kepada yang maha kuasa agar teratur kehidupan ini dan lancar rezeki, dikonsep dengan acara doa dan makan bersama dengan menu utama Manuk Binatur.

Manuk binatur biasanya di persembahkan kepada seseorang anak yang hendak merantau, atau pada anak yang telah sukses meraih pendidikannya.

Siapa saja bisa mennerima manuk binatur ini tidak terkecuali, asal karena ini berupa doa jadi untuk berkat aja sebenarnya agar segala sesuatunya lancar jaya.

2. Cara memasak manuk binatur

foto manuk binatur atau manuk na niatur
foto manuk binatur atau manuk na niatur

Memasak manuk Binatur ini sama saja dengan cara memasak ayam gulai lainnya, namun yang unik dari tradisi ini adalah cara penyajiaanya yang diatur sebagaimana ayam utuh dari kepala, kaki, sayap dan buntut semua part ayam disusun kembali secara teratur.

2.1 Syarat Manuk Binatur

Untuk membuat masakan manuk binatur ada syarat nya gaes, tidak semua jenis ayam jago bisa di buat sebagai manuk binatur.

Salah satu syaratnya adalah jengger ayam harus bagus tidak keriput, bisa ayam jagog merah dan putih.

Biasanya di hidangkan bersama semangkok air jeruk purut dan sesisir pisang juga sebakul Nitak.

3. Menyantap Manuk Binatur Tradisi Unik

Manuk binatur disiapkan dalam wadah piring kaca yang agak lebar

Lalu potongan ayam yang telah masak disusun diatas piring kaca hinga teratur semua part tubuh ayam utuh seperti: kepala, leher, sayap, paha, kaki, tulang rusuk dan buntut.

Keluarga berkumpul di ruangan makan, biasanya ayam di tujukan atau dipersembahkan untuk seseorang yang hendak di doakan agar semuanya lancar.

BACA JUGA:

Misa anak yang hendak merantau di kota lain yang jauh, maka kita doakan dengan mengasih makanan manuk binatur agar selama di perantauan lancar segala urusan.

Setelah itu prosesi adat makan binatur dilaksanakan mulai dari Doa, Ucapan kata dan Doa Bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Waktunya makan manuk binatur dan, minum jeruk purut atau (utte) biasanya dilengkapi juga dengan sesisir pisang dan Nitak.

4. Akhir Kata dan Kesimpulan

Hingga kini tradisi makan manuk binatur ini masih tetap terjaga dan bisa di temui di medan sumatera utara, bahkan di dearah lain yang ada suku batak nya masih sering makan manuk binatur.

Follow IG:kampret.news

Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat, jika ada yang kurang mohon koreksinya demi kebaikan bersama, thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *