Pengertian Warisan Budaya Tak Benda dan Contoh nya

Warisan Budaya Tak Benda merupakan bagian dari peniggalan kebudayaan yang memiliki nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan/atau seni. Warisan yang dimiliki bersama oleh masyarakat dan mengalami perkembangan dari generasi ke generasi, dalam alur suatu tradisi atau kearifan lokal.

1. Apa Itu Warisan Budaya Tak Benda ?

Dalam bahasa inggris intangible cultural heritage atau Warisan budaya takbenda ataubersifat tak dapat dipegang (intangible/ abstrak), seperti konsep dan teknologi; dan sifatnya dapat berlalu dan hilang dalam waktu seiring perkembangan zaman seperti misalnya bahasa, musik, tari, upacara, serta berbagai perilaku terstruktur lain.

Menurut UNESCO Convention For The Safeguarding Of The Intangible Cultural Heritage 2003: Warisan Budaya Takbenda adalah berbagai praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan – serta instrumen, obyek, artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya- bahwa masyarakat, kelompok dan, dalam beberapa kasus, perorangan merupakan bagian dari warisan budaya tersebut.

Ada banyak warisan budaya Indonesia baik itu berupa Benda maupun Tak Benda

Kemudian diwariskan dari generasi ke generasi, yang secara terus menerus diciptakan kembali oleh masyarakat dan kelompok dalam menanggapi lingkungan sekitarnya.

BACA JUGA:

2. Apa Saja yang Termasuk Kedalam Warisan Budaya Tak Benda

Biar tidak ketinggalan informasi tetang contoh warisan budaya tak benda mari kita simak 10 warisan budaya tak benda berikut contohnya.

  1. Tradisi dan Ekspresi Lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda.
  2. Seni pertunjukan
  3. Adat istiadat masyarakat adat, ritus, dan perayaan-perayaan;
  4. Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta;
  5. Kemahiran tradisional.
  6. Tradisi dan Ekspresi Lisan misalnya bahasa, naskah ukno, permainan tradisional, pantun, cerita rakyat, mantra, doa, nyanyian rakyat dan lain-lain.
  7. Seni pertunjukan misalnya seni tari, seni suara, seni musik, seni teater, film dan lian-lain.
  8. Adat istiadat masyarakat adat, ritus, dan perayaan-perayaan misalya upacara tradisional (upacara daur hidup), system organisasi sosial, sister ekonomi tradisional dan lain-lain.
  9. Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta misalnya pengetahuan tradisional, kearifan local, pengebatan tradisional dan lain-lain
  10. Kemahiran dan ketrampilan tradisional misalnya teknologi tradisional, arsitektur tradisional, pakaian tradisional, aksesoris tradisional, kerajinan tradisional, kuliner tradisional, media transportasi tradisional, senjata tradisional dan lai-lain.

3. Penetapan Warisan Budaya Tak Benda

Sampai saat ini karya budaya yang telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejumlah 594 dari seluruh wilayah Indonesia dengan rincian tahun 2013 sejumlah 77 Warisan Budaya Takbenda, tahun 2014 sejumlah 96 Warisan Budaya Takbenda, tahun 2015 sejumlah 121 Warisan Budaya Takbenda, tahun 2016 sejumlah 150 Warisan Budaya Takbenda dan tahun 2017 sejumlah 150 Warisan Budaya Takbenda.

Update: pada tahun 2018 ada 225 budaya tak benda yang ditetapkan dan tahun 2019 ada 267. Dengan total per tahun 2019 hingga artikel ini terbit sebanyak 1.086 WBTB.

Penetapan Warisan Budaya Takbenda diusulkan oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan komunitas adat sebagai pihak yang bertanggung jawab melakukan pelestarian setelah penetapan Warisan Budaya Takbenda.

Total Dari tahun 2013 hingga 2019, Kemendikbud telah menetapkan 1.086 WBTB, karya budaya.

4. Berikut Contoh Warisan Budaya Tak Benda

Pengusulan Warisan Budaya Takbenda Indonesia ke UNESCO diakukan oleh Pemerintah daerah dan komunitas adat kepada kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sampai saat ini yang telah masuk dalam List of Intangible Cultural Heritage UNESCO adalah 7 Warisan Budaya Takbenda Indonesia yaitu:

4.1. Warisan Budaya Tak Benda Wayang

Wayang Indonesia pada tahun 2003 sebagai a masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity dan pada tahun 2008 masuk dalam kategori sebagai Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

4.2. Keris

Keris Indonesia pada tahun 2005 sebagai a masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity dan pada tahun 2008 masuk dalam kategori sebagai Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

4.3. Batik

Batik Indonesia pada tahun 2009 masuk dalam kategori sebagai Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity dan Education and training in Indonesian Batik intangible cultural heritage for elementary, junior, senior, vocational school and polytechnic students, in collaboration with the Batik Museum in Pekalongan dimasukan dalam kategori sebagai Best Safeguarding Practices.

4.4. Angklung

Angklung Indonesia pada tahun 2010 masuk dalam kategori sebagai Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

4.5. Tari Saman

Tari Saman pada tahun 2011 masuk dalam kategori sebagai List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguard.

4.6. Noken

Noken: Tas multifungsi yang dibuat dengan cara dirajut atau dianyam, kerajinan tangan masyarakat Papua pada tahun 2012 masuk dalam kategori sebagai List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguard.

4.7. Tiga Genre Tari Tradisional Bali

Tiga Genre Tari Tradisional di Bali pada tahun 2015 masuk dalam kategori sebagai Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

BACA JUGA BUDAYA LAINNYA:

5. Penominasian ICH (Intangible Cultural Heritage) UNESCO

Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang akan diseleksi untuk usulan dalam daftar ICH UNESCO harus memenuhi kriteria:

  1. Merupakan identitas budaya dari satu atau lebih Komunitas Budaya;
  2. Memiliki nilai-nilai budaya yang dapat meningkatkan kesadaran akan jatidiri (pengampu budaya dan masyarakat Indonesia) dan persatuan bangsa
  3. Memiliki kekhasan/ keunikan/langka dari suatu suku bangsa yang memperkuat jatidiri bangsa Indonesia dan merupakan bagian dari komunitas
  4. Merupakan living tradition dan memory collective yang berkaitan dengan pelestarian alam, lingkungan, dan berguna bagi manusia dan kehidupan;
  5. WBTB yang memberikan dampak sosial ekonomi, dan budaya (multiplier effect);
  6. Mendesak untuk dilestarikan (unsur/karya budaya dan pelaku) karena perisitwa alam, bencana alam, krisis sosial, (krisis budaya, )krisis politik, dan krisis ekonomi;
  7. Menjadi sarana (dan penjamin) untuk pembangunan yang berkelanjutan; menjadi penjamin untuk sustainable development
  8. (Karya budaya yang diusulkan harus mewakili provinsi (jenis pengusulan bisa terdiri dari beberapa karya budaya sejenis yang tersebar di daerah-daerah yang ada dalam provinsi tersebut))
  9. (Tidak mengajukan karya budaya yang sudah punah atau tidak ada lagi masyarakat pendukungnya)
  10. Yang keberadaannya terancam punah
  11. WBTB diprioritaskan di wilayah perbatasan dengan negara lain;
  12. Rentan terhadap klaim WBTB oleh Negara lain.
  13. Sudah diwariskan dari lebih dari satu generasi
  14. Dimiliki seluas komunitas tertentu
  15. Tidak bertentangan dengan HAM dan konvensi-konvensi yang ada di dunia (peraturan perundang-undangan di Indonesia)
  16. Mendukung keberagaman budaya dan lingkungan alam

Nah Formulir Pencatatan Kekayaan Budaya Tak Benda dapat diunduh di UNDUH FORMULIR PENCATATAN WARISAN BUDAYA TAK BENDA

formulis pencatatan warisan budaya tak benda indonesia
formulis pencatatan warisan budaya tak benda indonesia

6. Akhir Kata dan Penutup

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan terkait penjelasan Wwarisan Budaya Tak Benda mari kita lestarikan da jaga nilai nilai budaya warisan nenek moyang agar tetap terjaga.

Apabila ada kesalahan mohon koreksinya demi kelancaran bersama, Artikel ini telah dipublish juga di situs resmi Kemdikbud dengan judul” Warisan Budaya Tak Benda“.

Sudah saat nya kita bangga dan menunjukkan pada dunia dengan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang seksi dan tidak dimiliki negara lain.

Saya pernah melihat beberapa contoh pengaplikasian warisan Budaya Tak Benda ini dalam melestarikannya, kalian pasti tau Board Game permainan game bukan digital melainkan ada fisik nya (contoh umum:Catur dan Ludo manual) diluar negeri sudah ada beberapa Board Game dengan memasukan cerita atau tradisi budaya Indonesia karena menurut mereka Indonesia itu Kaya akan Budaya dan seksi.

PRanala Luar:gln.kemdikbud.go .id/glnsite/formulir-warisan-budaya-tak-benda/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *