Suku Jawa : Sejarah, Asal-Usul, Karakter dan Kebudayaan

Suku Jawa : Sejarah, Asal-Usul, Karakter dan Kebudayaan – Suku Jawa menjadi salah satu suku terbesar yang ada di pulau Jawa. Masyarakat dari suku Jawa terkenal dengan tata krama, kesopanan, dan kelembutannya. Suku jawa terkenal dengan keramah tamahan dan kehalusannya. Adat istiadat yang masih dipertahankan oleh suku Jawa hingga saat ini sangat banyak dan beragam.

Pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas mengenai Suku Jawa : Sejarah, Asal-Usul, Karakter dan Kebudayaan secara lengkap, agar kita juga bisa mengetahui asal-usul dari salah satu suku di Negara Indonesia.

A. Sejarah Suku Jawa dan Asal – Usul

Ada beberapa versi yang menceritakan mengenai asal-usul suku Jawa, berikut adalah beberapa versi ceritanya :

1. Pendapat Arkeolog

Eugene Dubois merupakan seorang ahli anatomi yang berasal dari Belanda yang menemukan sebuah fosil manusia purba bernama Homo erectus. Fosil ini ditemukan di Trinil pada tahun 1891. Fosil tersebut kemudian lebih dikenal dengan sebutan manusia Jawa.

Setelah kegiatan penemuan ini, segera dilakukan perbandingan antara DNA pada fosil manusia kuno tersebut dengan suku jawa pada masa kini. Hasilnya, DNA tersebut tidak memiliki perbedaan yang jauh. Dari hasil penemuan ini membuat para arkeolog yakin bahwa nenek moyang suku jawa berasal dari penduduk pribumi.

Hal ini diperkuat dengan ditemukannya fosil manusia purba lain yakni Pithecanthropus erectus dan juga Homo Erectus. Asal-usul penduduk Indonesia memiliki hubungan dengan asal-usul penduduk Jawa.

2. Tulisan Kuno India

Salah satu sumber sejarah adanya suku Jawa yaitu tulisan kuno dari India Tulisan tersebut menceritakan tentang seorang pengembara yang bernama Aji Saka. Ia adalah seorang pengembara yang berkelana ke berbagai penjuru hingga akhirnya menemukan pulau Jawa.

Menurut kisah ini, Aji Saka adalah orang pertama yang menginjakkan kakinya di tanah Jawa. Dari sini dianggap bahwa Nenek Moyang suku Jawa saat ini adalah Aji Saka dan pengikutnya. Tulisan kuno India ini juga menyebutkan bahwa dahulu beberapa pulau di kepulauan Nusantara menyatu dengan daratan Asia dan Australia.

Hingga pada suatu waktu terjadi musibah sehingga menyebabkan meningkatnya permukaan air laut. Beberapa daratan terendam air hingga yang memunculkan pulau-pulau baru termasuk pulau Jawa.

3. Kisah Babad Tanah Jawa

Diceritakan bahwa masyarakat jawa menurut berasal dari kerajaan Keling atau Kalingga di daerah India Selatan. Ada suatu masa ketika kerajaan Keling sedang berada dalam situasi yang sangat kacau akibat perebutan kekuasaan. Salah satu pangeran Keling yang tersisih kemudian pergi meninggalkan kerajaan bersama dengan para pengikut setianya.

Pangeran Keling mengembara ke daerah yang jauh hingga ia menemukan sebuah pulau terpencil yang belum berpenghuni. Pangeran bersama para pegikutnya kemudian saling bahu-membahu membangun pemukiman. Setelah itu, mereka mendirikan sebuah kerajaan yang bernama Java cekwara. Menurut Babad Tanah Jawa, keturunan dari pangeran inilah yang dianggap sebagai  nenek moyang suku Jawa.

4. Pendapat Sejarawan

Salah seorang sejarawan, Von Hein Geldern menyebutkan bahwa telah terjadi migrasi penduduk dari daerah Yunan, Tiongkok bagian selatan ke kepulauan Nusantara. Dimulai dari zaman neolitikum 2000 SM sampai jaman perunggu 500 SM secara besar-besaran dan bertahap menggunakan perahu cadik.

Sedangkan menurut pendapat sejarawan lain, Dr.H.Kern  mengungkapkan penelitiannya di tahun 1899, bahwa bahasa daerah yang ada di Indonesia mirip satu sama lain. Lalu di tariklah sebuah kesimpulan jika bahasa tersebut berasal dari akar rumpun yang sama yakni rumpun Austronesia.

5. Surat Kuno Keraton Malang

Surat kuno ini bercerita mengenai asal-usul penduduk Jawa yang berasal dari kerajaan Turki.  Pada tahun 450 SM, raja mengirim sebagian rakyatnya untuk mengembara dan membangun daerah kekuasaan mereka yang baru di daerah yang belum berpenghuni.Titah raja untuk bermigrasi ini dilakukan secara bergelombang dalam beberapa waktu.

Setelah mengembara selama beberapa waktu, utusan raja akhirnya tiba di sebuah tanah yang subur, dimana banyak ditemukan aneka bahan pangan. Beradaptasi dan membangun pemukiman bukanlah hal yang sulit di sana. Lama kelamaan, semakin banyak penduduk kerajaan yang bermigrasi ke tanah ini.

Karena banyaknya tanaman Jawi yang ditemukan di daerah tersebut,  akhirnya orang yang datang memberi nama tanah Jawi untuk pulau yang subur itu.

BACA JUGA:

B. Kebudayaan Suku Jawa

Terdapat beberapa kebudayaan yang menarik dan masih dilestarikan yang dimiliki oleh suku Jawa adalah sebagai berikut:

1. Pertunjukan Wayang kulit

wayang kulit
wayang kulit (img via blorakab.go.id)

Pertunjukan wayang kulit yang selalu dilakukan selama semalam suntuk sudah menjadi suatu kebiasaan masyarakat suku Jawa. Biasanya pertunjukan wayang berkisah mengenai pelajaran dalam kehidupan. Wayang kulit menjadi salah satu kebudayaan yang dipercaya dikembangkan oleh Wali Songo. Wali Songo merupakan tokoh ulama  yang menyebarkan agama islam di pulau Jawa.

Pertunjukan wayang kulit dimainkan oleh seorang Dhalang dan biasa disertai dengan musik gamelan khas Jawa yang diiringi penyanyi bernama Sinden Wayang kulit dimainkan menggunakan beberapa perlengkapan, seperti wayang, batang pisang untuk menancapkan wayang, kain putih sebagai latar ,dan lampu sorot.

2. Keris, Senjata Adat Suku Jawa

keris jawa
keris jawa (img via duniakeris.com)

Berikutnya adalah salah satu senjata khas suku Jawa yang sangat dipercaya memiliki kesaktian atau kekuatan tertentu. Dahulu, keris dibuat oleh para Mpu dengan cara ditempa serta diberi mantra-mantra. Salah satu keris yang cukup melegenda adalah keris Mpu Gandring dalam kisah Ken Arok.

3. Seni Musik dalam Budaya Gamelan

Gamelan adalah salah satu musik tradisional yang sering dimainkan oleh masyarakat suku Jawa. Pada awalnya, gamelan digunakan oleh wali songo untuk menyebarkan agama islam. Gamelan sendiri terdiri dari beberapa alat musik seperti gong, kendang, kempul, kenong, bonang, gambang, dan slenthem. Gamelan juga digunakan sebagai alat musik pengiring dalam pertunjukan wayang.

4. Tarian tradisional

Terdapat beberapa tarian Jawa yang cukup populer hingga sekarang ini diantaranya seperti sintren, bedhaya, kuda lumping, dan reog. Gerakan yang ada di dalam tari Jawa sangat beraneka ragam dari mulai yang lemah gemulai hingga tangkas.

5. Aksara Jawa

tulisan aksara jawa
tulisan aksara jawa

Terdapat 20 buah huruf dalam aksara Jawa yang meliputi “ha, na, ca, ra, ka” lalu “da, ta, sa, wa, la” kemudian “pa, dha, ja,ya, nya”  dan “ma, ga, ba, tha, nga”. Aksara ini ada dalam kitab-kitab Jawa kuno. Hingga saat ini, aksara ini masih dipelajari dan diajarkan di sekolah-sekolah yang ada di Jawa.

C. Karakteristik Suku Jawa

Kesantunan dan Tata Krama dalam Kehidupan Suku Jawa

  • Dalam kehidupan sehari-hari, pada masyarakat suku Jawa sangat dikenal dengan sikapnya yang sopan. Tidak hanya kepada orang yang lebih tua, namun juga terhadap sesama.
  • Masyarakat Jawa juga suka melarang suatu hal atau melakukan sebuah pekerjaan. Larangan ini biasanya dilakukan karena suatu hal atau tingkah laku yang dilakukan tidak sesuai dengan nilai moral, kesopanan, serta budi pekerti masyarakat Jawa.
  • Bahasa Jawa memiliki tingkatan bahasa mulai dari yang paling halus, sedang hingga kasar. Tingkatan dalam bahasa ini yaitu “ boso ngoko” yang digunakan kepada seseorang yang pangkat atau usianya berada di bawahnya, kemudian “boso krama madya” yaitu digunakan kepada sesama atau sederajat, dan “boso krama inggil” yaitu digunakan kepada orang yang lebih tua atau dihormati.

Itulah ulasan yang bisa kami sajikan untuk pembaca tentang Suku Jawa : Sejarah, Asal-Usul, Karakter dan Kebudayaan. Dengan mengetahui suku jawa secara mendalam, maka akan bertambah pengetahuan mengenai kebudayaan Indonesia. Semoga artikel kali ini memberikan manfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita mengenai suku-suku di Indonesia.

Follow IG:kampretnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *