Suku Papua: Sejarah, Kearifan Lokal dan Tradisi Unik

Suku Papua Sejarah Kearifan Lokal dan Tradisi Unik – Pulau yang terkenal dengan wisatanya Raja Ampat pulau yang terletak di ujung timur kepulauan Indonesia. Penduduk di paua terdiri dari banyak ragam suku budaya dan memiliki banyak Sejarah, Kearifan Lokal dan Adat Istiadat. Sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur West New Guinea (Irian Jaya) Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini atau East New Guinea

A. Sejarah Asal Usul Suku Papua

Jika dilihat dari warna kulit, suku papua khas akan warna kulit hitam lantass dari mana sebenarnya asal usul suku yang ada di papua ini?

Mengutip laman kompasiana bahwa suku papua berasal dari manusia kuno pertama Homo erectus yang berjalan kaki dari Afrika hingga sampai di Papua dan memilih tinggal di pegunungan Maoke.

Ciri-ciri nya berpostur pigmi – manusia kate/kerdil, berkulit hitam dan rambut keriting.

BACA JUGA:

Menjelajah kedaerah papua memang tiada habisnya, selain karena terkenal akan destinasi wisatanya yang bernama “Raja Ampat” papua juga terkenal dengan Budaya, Kearifan Lokal dan Adat Istiadatnya.

raja ampat papua barat
Raja ampat papua barat (gambar:seatrekbali.com / Img desain by kampretnews)

Tambahan tentang sejarah Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua bagian barat, sehingga sering disebut sebagai Papua Barat terutama oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), para nasionalis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara sendiri. Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea). Setelah berada di bawah penguasaan Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport , nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002.

Daftar Nama Suku Papua

  1. Yang Pertama Ada Suku Asmat
  2. Kedua Suku Amungme
  3. Lalu ada juga Suku Dani
  4. Suku Korowai
  5. Dan Suku Muyu
  6. Suku Bauzi
  7. Juga Suku Huli

B. Kearifan Lokal Suku Papua

Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat itu sendiri.

Suatu pengetahuan yang ditemukan oleh masyarakat lokal tertentu melalui kumpulan pengalaman dalam mencoba dan diintegrasikan dengan pemahaman terhadap budaya dan keadaan alam setempat.

Apa saja kearifan lokal dan budaya serta tradisi unik suku papua, mari kita ulas.

1. Kerajinan Papua

Papua memiliki keragaman keunikan khas daerah, seperti noken, saly, honay, koteka, ukiran, dan sebagainya. Meski kemajuan pembangunan dan informasi telah menempatkan keunikan-keunikan itu sebagai sesuatu ketertinggalan, tetapi memberi makna sebagai kearifan bu daya dan tradisi lokal. Noken terbuat dari tali hutan (kayu) khusus yang tidak mudah putus, seperti rotan atau pohon lainnya. Noken atau agiya ini bagi perempuan di pedalaman biasa digunakan menyimpan anak bayi, babi, umbi-umbian, sayur, dan pakaian.

Kerjaninan tangan NOKEN khas papua
Kerjaninan tangan NOKEN khas papua (gambar via solopos/ img desain by kampretnews)

2. Ukiran Kayu Suku Asmat

Dari segi model, ukiran kayu Suku Asmat sangat beragam mulai dari patung manusia, perahu, panel, perisai, tifa, telur kaswari, sampai ukiran tiang. Suku Asmat biasanya mengadopsi pengalaman dan lingkungan hidup sehari-hari sebagai pola ukiran mereka, seperti pohon, perahu, binatang, orang berperahu, dan lain-lain.

Masyarakat Asmat terdiri dari 12 sub etnis, dan masing-masing memiliki ciri khas pada karya seninya. Begitu juga dengan kayu yang digunakan, ada juga perbedaannya. Ada sub etnis yang menonjol ukiran patungnya, ada yang menonjol ukiran salawaku atau perisai, ada pula yang memiliki ukiran untuk hiasan dinding dan peralatan perang.

Ukiran kayu suku asmat papua
Ukiran kayu suku asmat papua Ukiran Kayu Suku Asmat (gambar:beyond-indo.com / img desain by kampretnews)

Paling istimewa dan unik adalah bahwa setiap karya ukir tidak memiliki kesamaan karena mereka tidak memproduksi ukiran berpola sama dalam skala besar, jka kita memiliki satu ukiran dari Asmat dengan pola tertentu, itu adalah satu-satunya yang ada karena orang Asmat tidak membuat pola sama dalam ukirannya.

BACA JUGA: Tradisi Unik Bakar Batu Sebagai Ritual Ungkapan Syukur di Papua

Bentuk boleh sama, misalnya perisai atau panel, tetapi soal pola pasti akan berbeda. Itulah keunikan ukiran Suku Asmat.

3. Warna Alami Untuk Merias Di Suku Asmat

Suku Asmat memiliki cara yang sangat sederhana untuk merias diri mereka. Mereka hanya membutuhkan tanah merah untuk menghasilkan warna merah, untuk menghasilkan warna putih mereka membuatnya dari kulit kerang yang sudah dihaluskan, sedangkan warna hitam mereka hasilkan dari arang kayu yang dihaluskan. Cara menggunakan pun cukup simpel, hanya dengan mencampur bahan tersebut dengan sedikit air, pewarna itu sudah bisa digunakan untuk mewarnai tubuh.

tradisi merias wajah yang alami suku asmat papua
tradisi merias wajah yang alami suku asmat papua(gambar via tugassekolahtentang.blogspot.co.uk / img desain by kampretnews)

C. Tradisi Unik Papua

1.Tradisi Sagu Suku Papua

Masyarakat Papua mengenal budidaya sagu secara turun-temurun. Hal tersebut meliputi pemilihan bibit, teknik penanaman, dan pengolahan hasil. Meski budidaya sagu masih bersifat konvensional yang mengandalkan kondisi alam, termasuk pada pengolahan hasil yang masih mengutamakan tenaga manusia. Biasanya yang mencari sagu dan memasaknya adalah tugas kaum perempuan. Sebab dipandang tidak membutuhkan tenaga dan fisik ekstra. Apalagi mencari sagu di Papua tidaklah sulit. Sedangkan kaum pria bertugas mencari lauk sagu dengan menangkap hewan atau menombak dan menjaring ikan di hutan mangrove.

2. Tradisi Tari- Tarian Suku Papua

Masyarakat pantai memilki berbagai macam tradisi tari-tarian yang biasa mereka sebut dengan istilah Yosim Pancar (YOSPAN), yang di dalamnya terdapat berbagai macam bentuk gerak seperti ; (tari gale-gale, tari balada cendrawasih, tari pacul tiga, tari seka) dan tarian sajojo dan masih banyak lagi. Lain halnya dengan tarian yang biasa dibawakan oleh masyarakat pegunungan yaitu tarian panah dan tarian perang.

Tarian yang dibawakan oleh masyarakat pantai maupun masyarakat pegunungan pada intinya dimainkan atau diperankan dalam berbagai kesempatan yang sama seperti; dalam penyambutan tamu terhormat, dalam penyambutan para turis asing dan yang paling sering dimainkan adalah dalam upacara adat.

3. Tradisi Perkawinan

Dalam pertukaran perkawinan yang ditetapkan orang tua dari pihak laki-laki berhak membayar mas kawin sebagai tanda pembelian terhadap perempuan atau wanita terebut.

Adapun untuk masyarakat pantai berbagai macam mas kawin yang harus dibayar seperti; membayar piring gantung atau piring belah, gelang, kain timur (khusus untuk orang di daerah selatan Papua) dan masih banyak lagi. Berbeda dengan permintaan yang diminta oleh masyarakat pegunungan di antaranya seperti; kulit bia (sejenis uang yang telah beredar  di  masyarakat pegunungan sejak beberapa abad lalu), babi peliharaan, dan lain sebagainya. Dalam pembayaran mas kawin akan terjadi kata sepakat apabila orang tua dari pihak laki-laki memenuhi seluruh permintaan yang diminta oleh orang tua daripada pihak perempuan.

Pesona Indonesia
Pesona Indonesia

D. Akhir kata, Suku Papua Sejarah Kearifan Lokal dan Tradisi Unik

Sekian ulasan kali ini terkaait Suku Papua Sejarah Kearifan Lokal dan Tradisi Unik yang ada di Papua, semoga bermanfaat. Mohon koreksinya jika ada kesalahan dalam penulisan.

Share berita ini jika menurut kalian sangat bermanfaat agar teman dan saudara kita juga mengetahui tentang Budaya dan adat istiadat Papua.

Follow IG:kampret.news

Pranala Luar:

academia .edu/36367287/Kearifan_Lokal_Papua.pptx
kompasiana .com/mulyadipapua/5aa572d1f13344116d4f0902/menelusuri-jejak-nenek-moyang-orang-papua?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *