Tradisi Meletakkan Mayat Di Atas Tanah Trunyan

Mungkin masih banyak yang belum tau dengan tradisi bali yang unik ini yakni meletakkan mayat di atas tanah bukan dikubur. Salah satu daerah Trunyan Kintamani memiliki tradisi pemakaman mayat dengan meletakkan diatas tanah pada alam terbuka.

1. Tradisi Pemakaman Unik di Desa Trunyan Kintamani

Trunyan salah satu nama desa di Bali memiliki tradisi unik warisan leluhur seperti pemakaman yang berbeda seperti pada umumnya dengan meletakkan saja diatas tanah disebut dengan Mepasah.

Tidak heran ada banyak wistawan yang berkunjung ke pulau dewata bali desa trunyan ini untuk menyaksikan tradisi ini.

Selain mepasah di desa trunyan juga terdapat pemakaman yang mayat di kubur, uniknya lagi kategori pemakaman di trunyan di bagi menjadi tiga kategori berdasarkan lokasi yakni:

  1. Kategori Sema Wayah
  2. Sema Bantas dan
  3. Sema Nguda

1.1 Sema Mawah

Merupakan lokasi pemakaman metode Mapesah atau mayat ditarok diatas tanah.

1.2 Sema Bantas

Untuk jenis mayat yang dikubur lokasinya di Sema Bantas seperti pemakaman pada umumnya.

BACA JUGA:

1.3 Sema Nguda

Berlaku untuk pemakaman yang di Kubur dan Mapesah yang diletakkan diatas tanah.

pemakaman mapesah trunyan bali
pemakaman mapesah trunyan bali (img via kintamani.id)

Sekilas tentang pemakaman Mapesah ini gaesa, walaupun di tarok diatas tanah tidak dikubur namun tidak akan menghasilkan bauk.

Hal ini karena mayat di tarok didekat pohon taru menyan yang berfungsi untuk menghilangkan bauk bangke mayat.

Biasanya mayat hanya dipagari kayu atau potongan bambu seperti gambar terlihat diatas.

2. Akhir Kata dan Penutup

Itulah salah satu tradisi unik yang ada di Desa Trunyam Kintamani Bali, Mapesah menjadi tradisi unik yang mungkin hanya ada di Trunyan.

Mari kita jaga dan lestarikan kekayaan warisan budaya nenek moyang yang ada di Indonesia ini agar bisa diketahui secara terus menerus hingga generasi ke generasi.

Demikian informasi yang dapat disampaikan terkait Tradisi Meletakkan Mayat Di Atas Tanah apabila ada salah ketik mohon dikoreksi agar segera diperbaiki, masukan dan kritikan silahkan di kolom komentar demi kelancaran bersama.

Follow IG:kampret.news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *