Tradisi Unik Papua, Bakar Batu Sebagai Ritual Ungkapan Syukur

Papua memang memiliki tradisi – tradisi unik yang belum banyak orang tau, seperti membakar batu sebagai ungkapan syukur. Tradisi bakar batu biasanya dilakukan pada moment menyambut kebahagiaan.

1. Tentang Tradisi Bakar Batu di Papua

Dalam tradisi Papua Bakar batu biasanya dilakukan dalam menyambut kebahagiaan seperti lahiran, perkawinan dan penobatan kepala suku.

Ritual memasak bersama sama merupakan ungkapan syukur atas kebahagiaan yang datang.

Batu yang dibakar hingga panas membara ditarok diatas makanan yang akan dimasak. Dibeberapa jenis suku di Papua Bakar batu memiliki nama lain seperti Gapiia (Paniai), Kit Oba Isogoa (Wamena), atau Barapen (Jayawijaya).

BACA JUGA: Suku Papua: Sejarah, Kearifan Lokal dan Tradisi Unik

2. Pelaksanaan Ritual Bakar Batu Tradisi Unik Papua

2.1 Langkah langkah Memasak

Pertama yang dilakukan dalam ritual bakar batu adalah memanaskan Batu dengan kayu bakar hingga benar benar panas dan membara.

Sembari menunggu batu bakar panas, tim yang lain menggali lubang yang nantinya tempat batu dimasukkan dan diberi alas alang alang.

Diatas batu yang panas tadi diberi alas daun pisang, lalu diletakkan masakan diatasnya seperti daging Babi yang sudah di iris.

memasak dengan membakar batu
memasak dengan membakar batu 9img via infartikel.blogspot.de)

Setelah daging babi ditarok secukupnya ditutup kembali dengan daun pisang dan ditimpa batu panas kembali.

Kemudian ditutup daun pisang kembali dan masukkan singkong lalu tutup dan timpa batu panas kembali, kalau saya bayangkan sepertinya bertingkat berlapis gitu gaes.

2.2 Makan Bersama

Setelah proses memasak selesai, biasanya gaes ritual masak batu ini dilakukan sejak pagi buta. Kepala suku mengundang warga nya untuk ikut dalam acara adat bakar batu, dan menkmati makana bersama.

2.3 Adat Makan Bersama

Hidangan yang telah siap di santap biasanya diawali dari kepala suku dan di ikutioleh warga, setelah selesai acara makan warga bergoyang ringan dengan iringan lagu Weya Rabo dan Besek.

BACA JUGA:

Yang paling atas ditutup daun pisang dan alang alang kembali.

Kearifan lokal Bakar Batu biasanya dilakukan suku Papua pedalaman atau pegunungan, seperti di Lembah Baliem, Paniai, Nabire, Pegunungan Tengah, Pegunungan Bintang, Jayawijaya, Dekai, dan Yahukimo.

3. Akhir Kata dan Penutup

Dapat diambil poinnya bahwa tradisi unik ini sih lebih ke cara memasak makanan dengan metode yang sudah diwariskan nenek moyang, bukan tujuannya memasak batu tapi batu hanya media dalam memasak makanan dengan cara dibakar hingga panas dan berwana Bara.

Cara unik dan mungkin yak jama dulu kan belum ada kompor gas, belum ada listrik jadi cara memasak jama dahulu memang masih menggunakan peralaatan yang apa adanya namun tradisi ini diwariskan terus ke generasi hingga generasi yang menjadi Budaya tradisi Unik.

Follow IG:kampret.news

Jika ada yang salah mohon koreksinya, jangan lupa share dan komen ya gaes, thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *