Mengenal Tradisi Unik Suku Sunda dan Makna nya

Tradisi Unik Suku Sunda banyak di temui di Jawa Barat Bandung dan sekitar nya. Ragam tradisi Budaya sunda yang masih terjaga hingga kini seperti Seren Taun, Nyekar dan masih banyak lagi yuk mengenal tradisi unik suku sunda dan makna nya.

1. Tradisi Unik Seren Taun

Suku Sunda Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih kental dengan tradisi ini. Seren taun merupakan upacara adat Panen Padi yang dilaksanakan setiap tahun.

1.1 Apa Makna Dari Tradisi Seren Taun ?

Tradisi Unik Seren taun
Kebudayaan dan Tradisi Unik Seren taun 9img via infobudaya.net)

Seren Taun berasal dari Bahasa Sunda yaitu, ‘Seren‘ yang berarti Serah, Seserahan (menyerahkan).

Kata ‘Taun‘ yang berarti Tahun, sehingga Seren Taun memiliki arti serah terima dari tahun lalu ke tahun yang akan datang sebagai bagian dari rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua hasil pertanian yang mereka dapatkan.

1.2 Kapan Dilaksanakan Seren Taun ?

Tradisi ini dilaksanakan dalam kurun waktu tahunan sebagaimana dijelaskan diatas Serah terima tahun lalu ke tahun yang akan datan jadi bisa mimin tangkap artinya di akhir tahun saat pergantian tahun.

BACA JUGA:

2. Tradisi Ngaruwat Bumi

Tradisi Ngaruwat Bumi
Ngaruwat Bumi Tradisi Jawa Barat(img via celahgoa.blogspot.co.uk)

Tradisi unik yang bisa di temui di desa Banceuy, Ngaruwat Bumi merupakan tradisi yang bertujuan untuk mengunkapkan rasa syukur kepada Maha Pencipta dan juga sebagai penghormatan kepada Leluhur.

Ngaruwat Bumi sendiri berasal dari bahasa sunda kata ‘Ngarawat’ yang memiliki arti memelihara atau mengumpulkan.

Jadi Ngaruwat Bumi dapat diartikan mengumpulkan anggota masyarakat dan hasil bumi, baik bahan mentah, setengah jadi, maupun yang sudah jadi atau matang.

2.1 Kapan dilaksanakan Ngaruwat Bumi ?

Tradisi Ruwatan Bumi Kampung Banceuy dilaksanakan pada hari Rabu akhir bulan Rayagung atau bulan Dzulhijah (menjelang dan menyambut tahun baru Islam).

3. Pesta laut

Tradisi Pesta laut ini tidak lepas dari adat yang sudah lama dilakukan seperti dilaksanakan di sungai Bondet tepatnya di desa Mertasinga, Kabupaten Cirebon.
Pesta laut ini semacam ritual di laut yang dilakukan oleh para nelayan setiap tahun nya di sungai Bondet.

Teknis dari ritual ini yaitu menghanyutkan kepala kerbau dan sesajen lainnya ke laut.

3.1 Makna dan Tujuan Pesta Laut

Tujuan dari ritual ini adalah ungkapa syukur kepada Maha Pencipta atas berkat dan rezeki berlimpah breupa hasil tangkapan laut.

4. Tradisi Malam Takbiran Ngadulag

Tradisi ini erat kaitannya dengan hari Raya Idul Fitri. Ngadulag memiliki arti memukul bedug. Kegiatan ini dilakukan saat malam takbiran oleh anak kecil sampai remaja berkeliling sambil memukul bedug untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

5. Tradisi Jelang Ramadhan, Nyekar

Tradisi ini sebanrnya banyak di lakukan berbagai suku di Indonesia namun namanya berbeda kali ya. Di daerah Sunda sendiri Nyekar adalah tradisi menjelang Bulan Ramadhan dimana warga berziarah ke makam keluarga.

6. Nganteuran Tradisi Unik Suku Sunda

Indonesia yang kaya akan Budaya dan tradisi seperti Nganteuran tradisi dimana beberapa mengunjungi atau bersilaturahmi membawa makanan masakan rumah di rantang.
Biasanya dilakukan oleh orang yang lebih muda kepada yang lebih tua.

7. Sungkeman Tradisi Unik Suku Sunda

Dari namanya sih sudah tidak asing lagi, kata sungkem memang sudah familiar di Indonesia du suku sunda sendiri Sungkeman adalah tradisi dilakukan tepat setelah melaksanakan sholat Idul Fitri.

Cara melakukannya ialah sungkem ( maaf maaf an ) sesama keluarga dan kerabat dan terpenting adalah ke Orang Tua, seterusnya ke tetangga dan kerabat.

8. Tingkeban Tradisi Unik Suku Sunda

Salah satu tradisi ungkapan Selamat kepada orang yang mendapatkan Kehamilan, Biasanya dilakukan saat usia kehamilan 7 Bulan.
Tingkeban hanya dilakukan bila anak yang dikandung adalah anak pertama bagi si ibu dan si Ayah.

Kahir Kata & Penutup Tradisi Unik Suku Sunda

Demikian info tradisi unik dari suku Sunda Jawa Barat yang masih terjada dan terlestarikan. Agar budaya kita tetap lestari hingga generasi ke generasi itu pula lah yang menjadi dasar penulisan ini.

Follow IG: kampret.news

Jika ada yang salah dan kurang dalam penulisan mohon koreksinya agar bisa diperbaiki demi kemajuan kita bersama, thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *