Upacara Mangongkal Holi Tradisi Unik Suku Batak

Upacara mangongkal holi merupakan tradisi unik suku batak yang terkenal di sumatera utara. Adat ini dilakukan oleh sekelompok marga untuk mendirikan monumen atau kuburan bagi nenek moyang mereka. Bisa juga memasukkan tulang belulang yang baru kedalam monumen yang sudah ada.

1. Mengenal Tradisi Mangongkal Holi

Teknis dan proses pelaksanaan tradisi mangongkal holi dilakukan dengan mengangkat tulang belulang leluhur (disebut Oppung) yang telah lama meniggal. Dalam silsilah marga batak dimulai dari leluhur pertama, kedua, ketiga dst…

Satu persatu tulang belulang leluhur akan dimasukkan kedalam monumen tugu, nah hal ini wajib melalui ritual mangongkal holi secara adat batak.

Mangonkal Holi tradisi Batak
Mangonkal Holi tradisi Batak (img via liriklagubatak.com)

Melalui prosesi ritual adat tulang belulang dari dalam kubur diangkat dan dipindahakan kedalam monumen atau tugu yang dibangun.

2. Pengertian Mangongkal Holi

Dalam bahasa batak Mangongkal dibaca mangokkal artinya menggali, sedangkan holi artinya tulang tengkorak. Jadi mangongkal holi = menggali tulang belulang.

BACA JUGA:

3. Kapan dilaksanakan Upacara mangongkal Holi

Orang batak percaya kalau leluhur mereka disebut juga Oppung selalu dekat dengan mereka dan menjaga semua keturunannya dimanapun berada seperti diperantauan.

Ada kalanya salah seorang dari rumpun marga suku batak sebagai panutan dalam marga bermimpi didatangi oleh leluhur mereka, dan meminta agar di pindahkan ketempat yang baru (Tugu). Bisa juga disebut dalam istilah batak Hasorangon atau kesurupan oleh roh leluhur.

Dalam satu monumen tugu bisa di isi lebih dari 4 Holi Leluhur tergantung besarnya monumen.

Informasi ini akan diteruskan kesemua rumpun marga agar melakukan pesta tugu. Nah disinilah saatnya semua rumpun dari satu marga akan berkumpul dan bersilaturahmi mengenal satu sama lain yang belum pernah bertemu atau lama di perantauan dan tau dimana asal marganya ya di monumen tugu itulah.

4. Apa Makna lain dari TradisiMangongkal Holi

Sebagai pertanda asal muasal dari marga, semua orang batak harus mengingat asal marganya dimana tugu nya hal ini ditandakan dengan monumen tugu leluhur tersebut.

Hampir mirip sama tradisi suku toraja, yang dikenal dengan tradisi ma’nene.

Leluhur orang batak disebut juga Oppung Raja nabolon

5. Akhir kata dan penutup

Demikian yang dapat kami informasikan terkait tradisi dan budaya indonesia dari suku Batak Sumatera Utara “Mangongkal Holi“.

Jika ada masukan dan saran sangat dipersilahkan agar menjadi masukan dan perbaikan bagi kami untuk kemajuan dan kelancaran bersama.

Follow IG:kampretnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *